Hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa sore, 7 April 2026. Cuaca ekstrem ini memicu terjadinya bencana ganda berupa banjir dan tanah longsor di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Batukliang, sekitar pukul 17.00 WITA.
Di Kecamatan Jonggat, banjir merendam pemukiman warga di dua desa. Desa Sukarare menjadi wilayah terdampak paling cukup luas dengan mencatatkan sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa yang terdampak luapan air. Sementara itu, di Desa Puyung, dilaporkan sebanyak 4 KK dengan total 16 jiwa juga mengalami kondisi serupa. Selain banjir, musibah tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Dusun Mertak Waru, Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, yang berdampak pada keselamatan warga setempat.
Secara keseluruhan, data sementara menunjukkan puluhan warga terpaksa menghadapi situasi darurat akibat cuaca buruk ini. Pihak BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI, POLRI, dan aparatur desa segera turun ke lokasi untuk melakukan penilaian dampak (assessment) serta menyebarkan informasi terkini guna memastikan keamanan warga. Hingga laporan ini diturunkan pada pukul 21.00 WITA, kondisi di lokasi kejadian dinyatakan sudah mulai kondusif.
BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memantau situasi di lapangan. Mengingat saat ini wilayah NTB, khususnya Lombok Tengah, sedang memasuki puncak musim hujan dengan peluang curah hujan tinggi mencapai lebih dari 90%, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Peralihan musim ini diprediksi masih akan membawa potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana susulan dalam beberapa hari ke depan.